Minggu, 13 Januari 2019

SUMUR YANG ADA DI KERATON KANOMAN


     Cirebon memiliki sejarah panjang hingga mewarisi tiga keraton yang menjadi benteng terakhir peninggalan kebudayaan itu sendiri. Bangunan warisan seni dan budaya dan peninggalan sejarah masih ada. Bahkan, masih digunakan hingga saat ini. Seperti peninggalan sumur yang berada di Keraton Kanoman Cirebon.
     Di Keraton Kanoman ini terdapat 7 sumur. Tetapi diantara 7 sumur itu ada 2 sumur yang berada di dalam kedaton dan hanya bisa dilihat pada hari-hari tertentu saja seperti pada Maulid Nabi. Kawasan Kebon Jimat Keraton merupakan wilayah sakral yang ada di Keraton Kanoman Cirebon antara lain di beberapa sumur yang di percaya memiliki keutaman dan fungsi sesuai dengan kemauan yang punya hajat. Sumur-sumur yang ada di Kebon Jimat, yaitu Sumur Bandung, Sumur Penganten, Sumur Kejayaan dan Sumur Witana. Keempat sumur tersebut airnya berfungsi untuk membersihkan benda-benda pusaka keraton, membasuh nasi jimat untuk ritual muludan, dan segala keperluan yang berkaitan dengan acara lainnya. Pada intinya keempat sumur itu kerap kali dimanfaatkan sesuai dengan yang punya hajat. Sumur tersebut diyakini berbeda dengan sumur lainnya dikarenakan berada di Kebon Jimat, sebuah tempat yang sangat sakral dan termasuk tempat privasi keluarga Keraton Kanoman.
  • Sumur Bandung
      Sumur bandung berada pada Kebon Jimat Keraton Kanoman, sumur ini terdapat banyak air. Dan sampai sekarang sumur ini masih dipakai untuk mandi, cuci muka. kedalaman nya 2 M.
  • Sumur Penganten
      Sumur yang terletak di Kebon Jimat Keraton Kanoman ini merupakan peninggalan sejak jaman wali songo. Sumur ini dipercaya untuk mempermudah kaum perempuan supaya mendapatkan jodoh dengan mandi disini. Ternyata sumur yang pertama yang berada di keraton ialah sumur Penganten, sumur ini dibuat oleh Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang dengan menggunakan tangan. Bentuk dari sumur ini sama dengan sumur pada umumnya, tetapi pada bagian sumur tersebut terdapat hiasan berupa karang, karang ini berasal daru pantai selatan. Air dari sumur Penganten ini kelihatan nya cukup butek tetapi ketika diambil air itu berwarna bening dan bau sumur ini berubah-ubah tergantung orang yang memakai nya kadang berbau wangi dan terkadang juga berbau lumpur. Selain mandi juga biasanya para pengunjung mangambil air nya. Kalo orang yang percaya dengan hal yang mistis seperti di santet, susah dapat jodoh itu dimandikan disumur Penganten ini. Tetapi itu tergantung dengan kepercayaan masing-masing. Sumur Penganten sendiri merupakan sumur terpendek di Keraton Kanoman, namun uniknya dari sumur Penganten ini tidak pernah mengering meskipun sedang musim kemarau. Dan kedalaman nya hanya 0,5 M atau sedada orang dewasa.
     Masih banyak masyarakat Cirebon yang mempercayai khasiat mandi dengan menggunakan air sumur Penganten. Pada ritual Panjang Jimat di Puncak Maulid Nabi banyak yang mandi di Keraton Kanoman salah satunya sumur yang rami adalah sumur Penganten. Tidak hanya momen Maukid Nabi saja, masyarakat juga banyak yang datang ke Sumur Penganten setiao Jumat Kliwon. Walaupun dipercaya memiliki khasiat dan lainnya, namun meminta tetap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya kembali kagi kepada kepercayaan masing-masing orang.
  • Sumur Kejayaan
      Sumur Kejayaan berada di Kebon Jimat Keraton Kanoman. Dipercaya memiliki kekuatan dan khasiat untuk kesuksesan, sumur Kejayaan digunakan untuk orang yang mempunyai hajat seperti pejabat  mau naik pangkat, caleg. Tentunya ini balik lagi pada kepercayaan masing-masing. Sumur Kejayaan mempunyai kedalaman kurang lebih 1 M.
  • Sumur Witana
      Sumur yang terletak di Kebon Jimat Keraton Kanoman ini dibangun pada zaman kesultanan di depan bangsal witana. Fungsi dari sumur yaitu untuk mencukupi kebutuhan yang ada di bangunan Witana. Sumur Witana mempunyai kedalaman kurang lebih 1,5 M.
  • Sumur Langgar
      Sumur ini mempunyai kedalaman kurang lebih 1 M. Air pada sumur ini sudah di uji laboratorium Jepang dan hasilnya air sumur Langgar tidak membuat benda besi itu berkarat. Dan air ini dikhususkan untuk memandikan benda pusakan
Read More

BANGUNAN UTAMA KERATON KANOMAN

     Bangunan utama pada Keraton Kanoman ini adalah bangunan Jinem. Yang berada di halaman depan Keraton Kanoman. Bangunan ini berbentuk panggung kayu tanpa dinding yang menjadi sebagai tempat untuk menerima tamu Sultan Keraton Kanoman, dan digunakan juga untuk upacara penobatan Sultan serta pemberian restu oleh Sultan pada acara di Keraton Kanoman.
     Bangunan Jinem di Keraton Kanoman ini jika dilihat lebih dekat lagi akan terlihat tiga lampu gantung antik yang menempel di langit-langitnya.


     Lebih belakang lagi terdapat ruangan Purbayaksa, ruangan Purbayaksa didirikan tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin (Sultan I) yang dulunya untuk menjalankan pemerintahan Kota Cirebon. Pintu yang akan menuju ruangan Purbayaksa ini terdapat ukiran pewayangan Nakula Sadewa. Di dalam ruangan Purbayaksa ini juga terdapat tiga lampu gantung antik yang menempel di langit-langitnya, dan terdapat peninggalan-peninggalan. Seperti Mandi Mastaka yang berada di tengah-tengah ruangan merupakan singgah sana nya Sultan, berbentuk persegi panjang dengan tiang kayu dan terdapat atap diatasnya. Di setiap sisi atas Mandi Mastaka terdapat bendera hijau kuning yang merupakan ciri khas kesultanan terutama kesultanan Islam. tepat di bawah Mandi Mastaka terdapat keranda yaitu gunanya untuk tempat Sultan di semayamkan ketika msninggal setelah itu baru dimakamkan di Sunan Gunung Jati (Gunung Sembung). Bagian pojok belakang terdapat karang atau wadas dalam bahasa cirebon yang berasal dari pantai selatan didatangkan secara ghaib dan motif karang ini dari batik Cirebon yaitu mega mendung, kerajaan-kerajaaan di Jawa itu cenderung ada kaitan eratnya dengan Nyi Roro Kidul. Di dalam karang ini terdapat sirkulasi udara bentuknya seperti goa. Bale milik Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang ini umurnya lebih tua dari keraton ini sendiri. Di bawah tiang-tiang kayu yang ada di ruangan ini terdapat piringan keramik yang merupakan peninggalan dari China dan Belanda.
     Di ruangan Purbayaksa ini digunakan sebagai Tradisi Tawurji. Tradisi Tawurji ini sudah ada beberapa sejak era wali songo dan berkelangsungan, Tradisi Tawurji tidak lepas dari pengaruh ajaran Islam dan misi Islamisasi pada saat itu. Tarwuji berasal dari kata Tawur yang artinya memberi dan Ji merupakan sebutan bagi orang yanh mampu, biasanya dengan kata singkatan dari Pak Haji atau orang-orang mampu. Jadi Tawurji yaitu orang-orang yang mampu bersedekah. Tradisi Tawurji diperingati setiap hari rabu wekasan, yang artinya rabu pamungkas di ban safar. Karena mempunyai nilai kekeramatan dan kepercayaan akan turunnya musibah. Tradisi Tawurji diawali dengan berkumpulnya para pinengeran dan abdu dalem pendopo Jinem sembari menunggu Sultan Raja Muhammad Emiruddin (Sultan Kanoman XII). Setelah Sultan keluar dari kediaman nya, Sultan langsung membawa kotak yang berisi uang koin yang sudah di doakan dan langsung di bagikan kepada masyarakat dan abdi dalem secara surak.
     Dan pada saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau biasa disebut dengan Bulan Maulud dilaksanakan di ruangan Purbayaksa. Ritual muludan ini adalaj bagaimana kita menghormati junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat manusia yang tiada henti-hentinya. Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini juga telah berlangsung kurang lebih selama 500 tahun di Keraton Kanoman.
     Kekurangan pada bangunan Jinem ini lantainya cukup kotor dan terdapat kotoran ayam, karena memang disini ada ayam yang berkeliaran. Di ruangan purbayaksa warna pada dinding nya pun sudah mulai pada mengelupas dan ruangan ini cukup berdebu, tetapi tata letak pada bangunan ini sangat bagus enak buat dipandang.
Read More

WITANA BANGUNAN PERTAMA YANG ADA DI CIREBON

     Cirebon mempunyai begitu banyak peninggalan bersejarah. Salah satunya yaitu bangunan witana, lokasinya yang berada di belakang bangunan Jinem. Witana merupakan bangunan pertama yang pertama ada di Cirebon. Witana berasal dari kata awit-awit ana yang artinya bangunan pertama yang ada di kota Cirebon dan menjadi cikal bakal kota Cirebon. Didirikan oleh Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang putra Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran pada abad ke-14 M. Awalnya Witana tersebut digunakan sebagai tempat pengajian dan tempat bermusyawarah. Namun, hingga saat ini bangunan Witana masih digunakan untuk pengajian, sholat, dan tempat musyawarah. Selain itu tempat ini digunakan juga untuk pembacaan Babad Cirebon. 
     Witana ini merupakan tempat tinggal Pangeran Cakrabuana. Tiang-tiang yang terdapat dari tempat tinggal Pangeran Cakrabuana atau masih asli terbuat dari kayu jati. Lantai di witana ini sudah ada beberapa yang sudah di ganti, lantai yang masih asli namanya batu ampar semacam giok hitam. Pangeran Cakrabuana mempunyai senjata namanya Golok Cabang. Di depan tempat tinggal Pangeran Cakrabuana terdapat mimbar yang fungsinya untuk beliau adzan depan mimbar terdapat banyak alang-alang, ketika Pangeran Cakrabuana duduk menghadap ke depan beliau akan melemparkan Golok Cabang dan akan menbabad dengan sendiri nya. M. Golok cabang ini ada di dalam ruang pusaka, dan akan dikeluarkan ketika Maulid Nabi. Dan dibawah mimbar terdapat salah satu batu terapi Pangeran Cakrabuana.
      Tepat di samping kanan tempat tinggal Pangeran Cakrabuana terdapat kolam Witana yang merupakan tempat mandinya Pangeran cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang. Selain itu di halaman witana terdapat dua buah hiasan karang (wadas) yang berasal daru pantai selatan, karang ini memiliki motif batik Cirebon yaitu mega mendung. Di sebelah kiri Witana ada sebuah sumur yang bernama sumur Witana, yang dibangun pada zaman kesultanan. 
     Di dekat kolam Witana terdapat kamar berfungsi sebagai tempat Pangeran Cakrabuana i'tikaf. Pintu di kamar ini masih asli dan terdapat ukiran meskipun bagian bawah pintu ini sudah ada yang keropos tetapi pintu ini masih kokoh. Pintu ini dibangun pada tahun 1369 umurnya hampir 650 tahun 
     Witana dijadikan sebagai salah satu tempat peringatan ulang tahun kota Cirebon yang jatuh pada tanggal 1 Muharam. Setiap tanggal 1 Muharam, Keraton Kanoman Cirebon mengadakan ritual pembacaan Babad Cirebon. Mempunyai alasan tersendiri mengapa pembacaan Babad Cirebon dilakukan. 
     Patih Keraton Kanoman M Qodiran, mengatakan Bangsal Witana merupakan lokasi pertama Pangeran Cakrabuana mendirikan bangunan saat membuka pemukiman yang kini dikenal sebagai Cirebon. Pembacaan babad ini merupakan tradisi leluhur untuk mengingatkan kembali asal muasal Cirebon dari sini.
     Witana sebagai salah satu bangunan penting di Keraton Kanoman untuk masyarakat Cirebon menjadi kekayaan budaya dan tradisi kota Cirebon sendiri
     Di berbagai sisi Witana ini masih terdapat dedaun yang berserakan dan itu cukup banyak, membuat agak risih dan kurang enak buat dipandang dimata dan terkesan kotor jadi nya. Dan disini terdapat soang yang membuat cukup menjadi berisik.
Read More

MENGENAL LEBIH DALAM KERATON KANOMAN

     Cirebon mempunyai beberapa tempat wisata yang kaya akan alam dan budaya, salah satunya yaitu Keraton Kanoman. Kebesaran Islam di Jawa bagian barat tidak lepas dari Cirebon. Sunan Gunung Jati adalah orang yang bertanggung jawab dalam menyebarkan agama islam di Jawa Barat. Awal mulanya Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang dan adiknya Nyai Lara Santang putra dan putri dari raja Prabu Siliwangi. Prabu siliwangi menyuruh kepada putra dan putri nya untuk sira sama ke mesir dan negri china. Di dalam Keraton Kanoman ini ada bangunan namanya Witana, putra dan putri Prabu Siliwangi tinggal di Witana untuk mensiarkan agama Islam di Cirebon.
     Keraton Kanoman didirikan pada pada sekitar tahun 1678 M oleh Pangeran Muhamad Badrudin atau Pangeran Kartawijaya yang bergelar Sultan Anom I. Keraton Kanoman yang mempunyai luas sekitar 6 hektar ini berlokasi cukup tersembunyi tepatnya di belakang pasar kanoman. Tepatnya berada di Jalan kanoman No.4, Kelurahan Lemah Wungkuk, Kecamatan Lemah Wungkuk. Di Keraton Kanoman ini tinggal sultan ke-12 yang bernama Pangeran Raja Muhammad Emiruddin beserta keluarga.
     Keraton ini masih terdapat peninggalan Sultan Gunung Jati yang masih tersimpan, seperti salah satu kereta kerajaan yang masih tersimpan adalah Paksi Naga Lima yang berbahan kayu sawo mateng dan dibuat oleh Pangeran Losari pada tahun 1350 saka atau 1428 M. Pemberian nama kereta tersebut berkaitan dengan bentuknya, yaitu gabungan antara paksi artinya burung, naga, dan lima artinya gajah yang memegang senjata berbentuk trisula. Keretan lain yaitu bernama Jempara merupakan permaisuri yang ukiran nya bermotif batik Cirebon. Kereta ini juga berbahan kayu sawo dan dirancang dan dibuat pada tahun 1428 M atas arahan Pangeran Losari. 
     Pertama kali masuk menuju ke dalam lingkungan Keraton Kanoman akan disambut dengan dua patung macan yang bernama Patung Macan Ali sebagai lambang Prabu Siliwangi. Begitu masuk tepat disebelah kiri terdapat bangunan yang bernama Semirang. Semirang merupakan tempat berseminya pikiran yang cemerlang (tempat untuk mencari ide), digunakan sebagai ruang tunggu tamu yang ingin menemui sultan.
     Dibagian tengah Keraton terdapat kompleks bangunan bernama Siti Inggil, Siti Inggil atau lemah duwur yang berarti siti (tanah) inggil (tinggi) artinya tanah yang tinggi. Bangunan ini merupakan saksi dari penyebaran agam Islam diranah Cirebon. Bahkan tempati ini pernah dipakai sebagai Pura atau tempat penobatan raja serta pemberian restu oleh Sultan pada acara perayaan di Keraton Kanoman, seperti misalnya acara peringatan Maulid Nabi dan Grebeg Syawal. Biasanya setelah Maulid Nabi, diadakanlah acara Gong Sekaten. Bangunan yang berwarna putih dengan hiasan piring-piring keramik dari China dan Belanda ini di tempel dengan teratur. Namun sayang sekali piring-piring keramik yang berada di bangunan ini sudah banyak yang lepas, retak dan tinggal setengah dari piring keramik itu. Karena ada yang mencokel dan diambil piring-piring tersebut.
     Cindera Mata di Keraton Kanoman yaitu Lonceng Gajah Mungkur sebuah bangunan yang menyerupai bangunan kolonial dengan lonceng yang berada di atas nya. Lonceng ini merupakan pemberian dari Jendral Raffles (inggris) Bangunan ini berada di dekat pintu gerbang di kompleks Kerraton Kanoman. 
     Tepat berada di sebelah Lonceng Gajah Mungkur terdapat Langgar. Langgar merupakan mushola Keraton Kanoman, berfungsi sebagai tempat sholat. Dibelakang tempat ini terdapat sumur Langgar.
     Di dekat Lonceng Gajah Mungkur terdapat bangunan yang bernama Jinem, Jinem merupakan bangunan utama Keraton Kanoman. Bangunan ini berbentuk panggung kayu tanpa dinding yang menjadi tempat sebagai ruang tamu Keraton untuk menerima tamu (tamunya Sultan). Lebih kebelakang lagi terdapat ruangan purbayaksa, bangunan Jinem dan ruangan Purbayaksa ini menjadi satu. Ruangan Purbayaksa didirikan pada tahun 1588 oleh Sultan Badaruddin (Sultan I) untuk menjalankan pemerintahan pemerintahan di Cirebon. Ruangan ini dalam nya terdapat bale, karang-karang dari pantai selatan, mandi mastaka, ruangan sirkulasi udara, keramik dari China dan Belanda, ruangan (Goa), dan katil untuk disemayamkan nya Sultan Kanoman. 
     Disebelah ruangan Purbayaksa terdapat bangunan Keputren yang di gunakan sebagai tempat tinggal putra dan putri Sultan. Bangunan yang bergaya kolonial ini dibangun pada oleh Sultan Anom II, I Pangeran Raja Adipatri (PRA), alimuddin. Sebelumnya putra dan putri Sultan tinggal di Pulantara.
     Setelah melewati bangunan Keputren dan memasuki lebih dalam lagu terdapat bangunan Witana, Witana merupakan bangunan yang pertama kali ada di Cirebon. Disekitar witanan terdapat kolam Witana, sumur Witana dan hiasan karang-karang. 
     Bangunan yang berada di halaman belakang ini bernama Pulantara, bangunan bertingkat pertama pada masa itu di Cirebon. Awal dibangun dalan waktu sangat singkat yaitu dalan satu malam oleh Pangeran Cakrabuana atau Pangeran Walangsungsang. 
     Dulu ada kepercayaan namanya Batu Kilan, Dengan cara mengukur batu ini dengan mengkilan. Kadang satu orang itu sampe tiga kali di mencoba mengkilan batu ini tetapi hasilnya tidak sama kadang lebih, kadang kurang, dan kadang juga pas. Menghitung batu kilan dengan dilakukakn beberapa kali harus sampe pas, misalnya melakukan satu sampe dua kali pas itu artinya hidup nya sudah cukup dan lebih baik. Tetapi ini kepercayaan zaman dulu. 
     Di bangunan Keraton Kanoman ini, dinding-dinding sudah tampak agak kusam. Dan beberapa hiasan dinding dan ukiran yang terbuat dari jayu jati juga sudah kusam. Di halaman bagian belakang terdapat dedaun yang berserakan dimana-mana dan membuat menjadi agak kotor. Masih terdapat sampah di berbagai lahan kosong dan banyak binatang soang yang berkeliaran dan suaranya cukup berisik cukup mengganggu saya yang observasi pada saat itu. Karena lokasi Keraton Kanoman ini cukup tersembunyi dan berada dibelakang pasar. Ketika saya akan menuju ke Keraton Kanoman akan melewati pasar yang begitu sempit dan kumuh membuat sangat terganggu. 
Read More

Batu kilan

Batu Kilan Keraton Kanoman
Cirebon merupakan salah satu tempat di Indonesia yang berbentuk kerajaan. Mungkin memang banyak yang belum tahu mengenai adanya kerajaan yang berada di sekitar cirebon yaitu keraton kanoman dan keraton kesepuhan di Cirebon , Jawa Barat. Keraton kanoman merupakan salah satu dari tiga keraton yang ada di kota cirebon ini, dua keraton lainnya adalah keraton kesepuhan dan keraton kacerbonan. Ketiga keraton ini letaknya pada lokasi yang tidak terlampau jauh bahkan bisa dikatakan berdekatan.
Kali ini saya berkunjung ke keraton kanoman untuk menyelesaikan tugas observasi mata kuliah pengantar teknologi dan informasi. Yang menarik pada keraton kanoman ini adalah salah satu situs peninggalan yang unik dan masih berbau mistis yang sampai saat ini masih terjaga.  Salah satu situs unik berbau mistis itu adalah batu kilan atau biasa di sebut masyarakat sekitar dngan sebutan watu kilan (dalam bahasa cirebon), ya mungkin memang terdengar asing untuk masyarakat luar cirebon yang belum pernah berkujung ke keraton kanoman bahkan masyarakat dalam kota cirebon pun masih banyak yang belum pernah berkunjung ke keraton kanoman apa lagi untuk mengetahui apa itu batu kilan.
Dari observasi yang saya lakukan saya akan menceritakan apa itu watu kilan. Watu itu adalah bahasa cirebon dari batu dan kilan adalah jengkalan  jari tangan yang di rentangkan sejauh mungkin dan dihitung dari ujung ibu jari hingga ujung jari kelingking. Mungkin kalian berfikir apa hubungan atau kaitannya antara batu dengan jengkalan jari.
Watu kilan, ini adalah salah satu situs yang unik peninggalan yang masih terjaga hingga sekarang. Letak watu kilan ini terletak di dalam komplek keraton kanoman cirebon. Konon katanya jika kita mengukur watu kilan  / watu kilan ini dengan kilanan / jengkalan tangan kita secara bolak balik dari ujung batu hingga ujung batu yang satunya dengan hitungan atau jumlah kilanan yang sama, maka menurut kepercayaan masyarakat sekitar keraton kanoman apa yang kita inginkan bisa terkabul atau akan terkabul. Sudah banyak sekali masyarakat sekitar keraton kanoman hingga para wisatawan yang berkunjung ke keraton kanoman unjung mencoba mengkilan batu kilan ini namun katanya dari semua yang mencoba belum ada yang pernah sama jumlahan dari kilanan bolak balik tersebut. Dengan itu saya pun penasaran untuk mencoba dan alhasil memang benar jengkalan itu tidak sama dengan jengkalan awal kita.
Watu kilan ini berbentuk persegi panjang dengan tekstur batu yang lumayan halus. Selain mitos diatas adapun sejarah  asal usul watu kilan tersebut. Selain mitos kilan tangan atau jengkalan tangan ternyata batu itu juga mengandung banyak sejarah yang berkaitan dengan Sunan Gunung Jati.
Menurut saya banyak sekali yang dapat dipelajari dari keraton kanoman ini, mulai dari sejarah nya, falsafah hidup, dan budaya nya. Selain itu pula menurut saya keraton kanoman juga membawa banyak sejarah yang mungkin telah hilang dari benah atau pikiran masyarakat cirebon pada saat ini. Meskipun sudah tua tetapi peninggalan peninggalan yang terdapat di dalam keraton ini masih sangat terawat dan utuh. Terbuti dari adanya benda benda, cindera mata, musium yang berisi benda pusaka, lukisan lukisan yang tergantung bahkan keramik keramik yang menempel pun masih sangat bagus dan utuh walaupun pernah mengalami renovasi sedikit pada keraton kanoman ini.

Read More

Mengunjungi masjid langgar

Mengunjungin masjid langgar di keraton kanoman
Masjid ini di namakan mesjid langgar atau lebih dikenal dengan sebutan langgar agung adalah sebuah banguna yang digunakan umat islam untuk beribadah pada masanya. Hingga kini masjid ini masih difungsikan sebagai tempat ibadah yang berada di sekitar  wilayah keraton kanoman.  Masjid lannggar ini lebih tepat dikatan sebagai mushola karena tempatnya yeng tidak begitu luas. Mesjid langgar ini sudah sangat tua namun masih difungsikan hingga saat ini.
Meski mesjid langgar ini sudah sangat tua tapi mesjid ini masih menjadi tempat dilakukannya tradisi tahunan yaitu panjang jimat yang dilaksanakan setiap maulid nabi atau biasa dilakukan saat pelal. Panjang jimat ini adalah tradisi taunana yang dilaksanakan saat maulid nabi di keraton cirebon sejak zaman khalifah sholahudin al ayubi pada 1993 masehi. Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW atau maulid nabi ini diistimewa kan dengan tujuan tidak lain untuk mengenag dan meneladani nabi Muhammad SAW dan mengenang jasa jasa beliau dalam menyiarkan islam. Kegiatan panjang jimat ini adalah tradisi untuk mencuci / membersihkan benda benda yang terdapat pada keraton. Prosesnya diawali dengan mencuci benda benda pusaka peninggalan leluhur . uniknya saata acara ini tidak hanya orang keraton saja yang menyaksikan melaikan warga cirebon juga antusias untuk menyaksikan kegiatan anjang jimat ini.
Jika dilihat dari segi bangunan mesjid langgar ini memiliki bentuk kotak dan tataan yang sangat lah sederhana. Meski masjid langgar ini tidak selalu dipadati oleh pengunjung tetapi mesjid ini masih sangan terawat dan kokoh. Lokasi mesjid ini pun berada di dalam keraton kanoman yang konon katanya masjid ini dibangun oleh kerajaan islam.
Mesjid yang berada di keraton kanoman ini bisa menjadi salah satu destinasi realigi yang tidak dapat dilewatkan saat datang ke kota cirebon, karena mesjid ini memiliki banyak sejarah perjalanan penyebaran islam di jawa barat ini. Indonesia khusuhnya cirebon jawa barat ini banyak lah destinasi yang wajib dikunjungi seperti keraton keraton yang ada di cirebon. Tidak heran jika bnyak turis mancan negara dan turis domestik yang berkunjung ke keraton yang ada di cirebon ini karena keunikan dan banyk sekali hal hal mistis yang dipercaya masyarakat sekitar, selain itu memiliki banyk sekali ragam budaya yang memiliki nilai leluhue tersendiri sebagai keciri khasan.
Selama tugas observasi saya sangat bersemangat dan senang sekali untuk mengetahui apa itu keraton kamnoman dan isi isi peninggalan di dalamnya. Menurut saya keraton kanoman ini harus lebih di promoskan agar lebih dikenal lagi oleh wisatawan luar. Selain itu saya juga sangat senang berkunjung ke keraton kanoman ini karena karena saya dapat berngunjungi  peningglan banguna banguna bersejarah yang setiap peninggalan menjadi saksi bisu perjalanan dari waktu ke waktu salah satu nya langgar ini .
Kita harus bangga dengan banyaknya peninggalan yang terdapat di kota cirebon ini. Semoga tempat bersejarah ini akan selalu tetap terjaga agar senantiasa anak cucu kita bisa mengetahui.
Kesan pesan saaat berkunjung ke langgar keraton kanoman menurut saya dapat dijadikan media pembelajaran untuk mengetahui sejarahnya dengan terjun langsung ke lokasi bersejarah yang menurut saya sebagai mahasiwa dengan kegiatan ini sangat lah mudah  untuk lebih memahami sejarah yang ada dibandingkan dengan di ceritakan kembali tanpa berkunjung kelokasi.

Read More

Sumur kejayaan dan sumur pengantin

Keunikan dan keciri khasan sumur  yang berada di keraton kanoman
Banyak sekali hal yang menurut saya menarik pada keraton kanoman di cirebon ini selain watu kilan salah satu situs peninggalan yang unik dan masih berbau mistis yang sampai saat ini masih terjaga adalah beberapa sumur yang terdapat pada area komplek keraton kanoman cirebon.  Sumur sumur ini sangat lah unik dan juga masi berbau mistis. Tiap sumur sumur yang terdapat pada keraton kanoman ini pun memiliki ciri khas dan manfaat nya masing masing dan ini dipercayai oleh masyarakat sekitar keraton kanoman.  ya mungkin memang terdengar aneh untuk kita mempercayai hal hal yang seperti itu namun itu lah sisi dari keunukan peninggalan penginggalan tersebut. untuk masyarakat luar cirebon yang belum pernah berkujung ke keraton kanoman wajib untuk berkunjung untuk mengetahui sejarah apa saja yang akan kita dapat dan kita ketahui.
Sumur pertama yang akan saya ceritakan hasil dari observasi saya adalah sumur kejayaan. Sumur kejayaan adalah salah satu sumur yang terdapat didalam komplek keraton kanoman. Setiap tauannya atau saat maulid sumur ini sangat dibanjiri oleh pengunjung begitupun di hari kliwon. Tidak hanya pengunjung masyarakat sekitar masyarakat yang mempercayai ke hasiatan sumur ini pun banyk yang berkunjung ke keraton kanoman meski dari luar kota cirebon. Orang orang yang berkunjung biasanya untuk mandi, mencuci muka, bahkan sampai ada yang meminum airnya.  Namun menurut sata tetap saya sumur ini hanya untuk media saja, karena sesungguhnya kita hanya meminta dan berdo’a pada sang pencipta yaitu Allah SWT.
Sumur ini dinamakan sumur kejayaan karena  bertujuan untuk lebih berjaya. Sumur ini hanya memiliki kedalaman tidak lebih dari 2 meter, aneh bukan? Sumur dengan kedalaman itu sudah bisa mengeluarkan air sedangkan yang kita ketahui biasanya sumur dengan kedalaman 5 meter saja belum mendapatkan atau menemukan mata air. Konon katanya sumur ini memiliki air yang banyk dan tidak pernah kering atau habis. Menurut masyarakat setempat sumur ini dipercaya memiliki kekuatan untuk kejayaan dalam karir ataupun jabatan seseorang. Aneh nya lagi tidak hanya masyarakat setempat para pejabat juga ternyata banyk yang datang ke sumur kejayaan ini dengan harapan mendapatkan kejayaan dan kebarokahan.
Selain sumur kejayaan adapun sumur yang menurut saya menarik yaitu sumur pengantin. sumur penganten adalah sumur yang dipercaya oleh masyarakat setempat untuk mendapatkan pasangan hidup. Lebih unik dari sumur kejayaan, sumur ini hanya memiliki kedalaman kurang lebih 1 meter saja, unik bukan.  Sumur ini juga adalah salah satu sumur yang berada dalam komplek keraton kanoman yang letaknya tidak berjauhan dengan sumur lainnya dan sumur inipun selalu diramaikan oleh pengunjung karena kekhasiatannya.  Konon katanya sumur ini dulunya dibuat oleh pangeran cakrabuana yang di buat dengan tangannya sendiri pada tahun 1430.  Sumur ini adalah salah satu- satunya sumur yang banyak didatangi para jomblo. Namun tetap saja sumur ini hanya sebagai media do’a.  Katanya banyk juga orang orang yang sulit mendapatkan jodoh berkunjung ke sumur ini bahkan dengan percaya akan segera mendapatkan jodoh. Menurut saya seharusnya yang berkunjung tidak begitu mempercayai apa kekhasiatan tiap tiap sumur itu takutkan malah menjadi musrik karena semua yang kita lakukan hanya atas dasar ke ridhoan Allah SWT.

Read More

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.